Akibat Status FB Fiera Lovita Terancam Keselamatannya

Akibat status fb Fiera Lovita terancam keselamatannya . Baru-baru ini Fiera Lovita mengunggah status yang berkaitan dengan Rizieq Shihab pimpinan Front Pembela Islam (FPI) dan dugaan kasus pornografi percakapan Whatsap yang menjeratnya.

Ini menjadi perhatian bagi kita semua untuk berhati-hati dalam mengemukakan pendapat di media sosial, yang dapat menimbulkan potensi konflik dengan pihak lain yang merasa tersinggung dengan pendapat yang dikemukakan, meskipun kebebasan berbicara dan mengemukakan pendapat dijamin oleh UU. Ada koridor yang tidak sebaiknya dilewati, apalagi jika hal tsb belum tentu benar secara hukum apalagi jika cenderung berupa fitnah.

Akibat status tsb, Fera Lovita diteror sekelompok orang, baik melalui telepon maupun media sosial. Iapun diminta meminta maaf secara terbuka dengan pernyataan di atas materai. Kasus ini cukup mendapat perhatian dari Pemerintah. Mensesneg Pratikno menyatakan, aparat kepolisian telah menjaga Fiera, Kapolri sudah memerintahkan Kapolda untuk mengawal, dan meminta LBH setempat untuk memberikan pendampingan.

 

Akibat Status FB Fiera Lovita Terancam Keselamatannya

Status FB Fiera Lovita yang dianggap menghina ulama

Dalam surat yang beredar di media sosial, Fiera menyatakan, “Atas berbagai pertimbangan di atas yaitu keselamatan saya dan anak-anak saya serta tidak adanya pihak yang akan melindungi saya di sini, ditambah suasana di lingkungan pekerjaan yang sudah tidak nyaman lagi, saya memutuskan untuk berkeinginan keluar dari Kota Solok, Sumatera Barat ini.”

Fiera Lovita sendiri adalah seorang dokter umum yang bekerja di RSUD Solok, Sumatera Barat, Wanita berusia 40 tahun ini hanya tinggal bersama kedua anaknya yang berusia 8 dan 9,5 tahun

Tindakan sekelompok orang yang melakukan ancaman terhadap Fiera telah diprotes pegiat HAM dan para pengguna media sosial. LSM Setara mendesak Polres Kota Solok bersikap tegas terhadap kelompok-kelompok intoleran dan yang ingin selalu memaksakan kehendaknya.

Efek Ahok

Sebuah jaringan relawan kebebasan ekspresi di Asia Tenggara, Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFENET) meminta pemerintah Indonesia mewaspadai aksi persekusi yang disebut Efek Ahok (The Ahok Effect).

Menurut SAFENET, tindakan persekusi ini sudah menyebar merata di seluruh Indonesia dan perlu menjadi perhatian serius karena tingkat ancamannya yang nyata. “Persekusi atau tindakan pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga ini didasarkan atas upaya segelintir pihak untuk memburu dan menangkap seseorang yang diduga telah melakukan penghinaan terhadap ulama dan agama,” kata Damar Juniarto, koordinator regional SAFEnet, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (27/05) siang (BBC).

Latar belakang persekusi The Ahok Effect ini muncul sejak dipidanakannya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ke pengadilan dengan pasal penodaan agama.Semenjak saat itulah, demikian temuan SAFEnet, muncul kenaikan drastis pelaporan menggunakan pasal 28 ayat 2 UU ITE.

Baca juga–> Deportasi Schapelle Corby

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: