Buka Warung Makan di Kampus

“Ay, tadi aku ngobrol ama temen kampusku pas persiapan acara panitia reuni” ..tiba-tiba masuk pesan wa dari mantan pacarku. “Dia buka warung makan di kampus gitu. Di deket kampus. Hasilnya lumayan. Kalau kita mau buka, dia bisa bantu”. Aku yg tadinya ga terlalu tertarik terus bales nanya, jualan apa bun? “Jual nasi uduk, lontong sayur gitu”. “Model gerobak gitu Ay.. Untung bersih bisa 8-9 juta per bulan”. Tapi katanya juga, 3 bulan pertama emang agak berat.. Tapi alhamdulillah sekarang sudah lumayan lancar, jadi bisa dapet untung bersih segitu “. Hmm..masa sih kataku setengah tak percaya..  Oke, balasku. Nanti ayah telp aja, kita bicara detail ya..

 

Buka warung makan di kampus

Pasar Tradisional

Dari pesan whatsap singkat ‘mantan pacar’ ini, aku terdiam sejenak dan jadi mikir juga… dan sampai pada kesimpulan mendapat tiga insight yg cukup menggelitik. Insight pertama, manfaat silaturahmi. Teringat pada salah satu hadits, Nabi Muhammad Saw bersabda :
”Siapa yang ingin rezekinya diperluas dan umurnya panjang maka hendaknya ia bersilaturrahmi.”
(HR. Bukhari)

Rezeki bisa mudah dicari selagi kita punya hubungan baik dengan sesama. Karena suka berbuat baik terhadap orang lain, maka mereka pun akan berbuat baik kepada kita. Inilah yang seterusnya akan berkembang menjadi trust, kepercayaan, amanah. Bagaimana seseorang akan mempercayakan hartanya kepada kita untuk diurus dan dikelola, kalau kita tidak mempunyai hubungan baik kepadanya?

Buka warung makan di kampus

Dari pertemuan teman-teman istriku yang niatnya untuk membahas persiapan reuni kampusnya, malah dapat tawaran bantuan untuk memulai usaha yang cukup menjanjikan. Tentunya tawaran dari teman yg sudah dikenal lebih meyakinkan daripada orang yang belum kenal sama sekali tho.. Berapa banyak jika dilihat di luar, kesempatan, informasi adanya project, info lowongan kerja, maupun peluang peluang lain yang bisa mendatangkan rizki, di dapat dari teman-teman yang kita kenal dan berhubungan baik ya.. Meskipun di beberapa kasus konteks ini bisa disalah gunakan, tapi jika dilakukan dengan benar dan tidak menyalahi prosedur, informasi informasi penting seperti di atas akan lebih cepat di dapat dari orang-orang yang kita kenal. Semakin banyak orang, semakin panjang tali silaturahmi kita, semakin besar pula lingkaran peluang yang bisa kita peroleh.

Insight kedua, ternyata dari berusaha/dagang yang sepertinya kecil, hasilnya tidak kalah dengan orang-orang yang bekerja di kantor sebagai karyawan ataupun pegawai negeri. Mungkin banyak dari kita menyangka jualan lontong sayur nasi uduk paling untungnya kecil.. 1-2 juta per bulan. Atau jualan baju, kaos, es cendol, dll banyak lagi. Tapi…  Jika dilakukan dengan strategi yang tepat, plus ikhtiar yang tidak kenal lelah, hasilnya bisa bikin kita terbengong bengong.

Mungkin sebagian dari kita pernah mendengar usaha potong rambut laki-laki franchise Arfa Barbershop? Yg dari awalnya hanya ada satu, sekarang sudah banyak tersebar di cabang nya di Jogja. Strategi tepat ; lokasi yg tepat, murah, tukang cukurnya berpakaian seragam rapi, dan masih muda-muda utk menariknya minat kawula muda, full ac, dikasih minum pula. Berapa biaya potong rambut disana, hanya 15 ribu rupiah, Itu pun sudah termasuk keramas nya lho.. Jika dalam sehari ada 30 orang yang potong, sehari dapat 450rb. Katakanlah profit bersih 20%, berarti dalam sebulan sdh untung bersih 2,7 Juta. Pernah saya tanyakan ke karyawan nya, disini dlm sehari rata-rata brp orang yang masuk mas? Paling sedikit 50an orang katanya, apalagi kalo akhir pekan.. Bisa sampai 80-100 orang. Artinya jika seperti itu, dalam sebulan bisa net profit 5-9 juta per bulan. Jika punya 5 cabang.. Minimal 25 juta per bulan ya.. Hmmm

Buka warung makan di kampus

Buka warung makan di kampus

 

Tak salah jika salah satu hadits shahih pun Nabi berkata, Dari Rafi’ bin Khadij radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Ada seseorang bertanya, “Penghasilan apakah yang paling baik, Wahai Rasulullah?” Beliau jawab:

عمل الرجل بيده وكل بيع مبرور

“Penghasilan seseorang dari jerih payah tangannya sendiri dan setiap jual beli yang mabrur.” (HR. Ahmad di dalam Al-Musnad no.16628)
Dan sejarah kehidupan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pun menunjukkan bahwa beliau dan sebagian para sahabatnya adalah para pedagang professional.

Rugi dalam usaha, pasti ada. Yang namanya berusaha, pasti ada untung dan rugi ya kan.. Sama seperti kita ujian, pasti ada salah nya. Tapi kalo belajar yg rajin dan tekun nilainya bisa dapat 100 dan lulus tho.

Insight ketiga.. Nah kalo yang ketiga cukup aku dan istri yang tahu ya… Hehe. Belum bisa di share sekarang 🙂

Buka warung makan di kampus

So, bagi yang sdh meluruskan niat untuk berwira usaha atau dalam istilah kerennya entrepreneur… Mudah2an dikuatkan niatnya dan dilancarkan ikhtiar nya, dengan perbanyak silaturahmi yang diridhoi Nya dan berusaha dg jujur supaya mabrur.. Amiin

 

 

 

#Catatan kecil sambil menunggu jemputan
Palembang 21 Mei 2017

Mungkin Anda juga menyukai

2 Respon

  1. Riki Firdaus berkata:

    Mantap pak yudhi, gemar menulis memperkuat ketajaman berpikir kita “kata org bilang ke saya gitu” tpi agak lupa siapa orgnya pak, silahkan di lanjut pak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: