Fadilah Nuzulul Qur’an Dalam Islam

Tak terasa sudah separuh bulan Ramadhan kita lalui. Sebentar lagi akan tiba suatu malam yang disebut sebagai malam nuzulul Qur’an. Namun masih banyak yang belum mengetahui keistimewaan/fadilah nuzulul Qur’an dalam Islam. Sebelumnya, baiknya kita pahami dulu apa arti malam nuzulul Qur’an tersebut secara harfiah ataupun istilah.

Secara harfiah atau bahasa, arti nuzulul Qur-an berasal dari kata Nuzul yang artinya “turun”, dan Qur-an yang artinya kitab suci Al-Qur-an  (bacaan). Sedangkan secara istilah, nuzulul Qur-an berarti peristiwa penting turunnya Al-Qur-an secara keseluruhan dari Lauhl Mahfudh ke Baittul Izzah di langit dunia, hingga diturunkan berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa-peristiwa selama kurang lebih 23 tahun lamanya.

Fadilah Nuzulul Qur'an Dalam Islam

Fadilah Nuzulul Qur’an Dalam Islam

Menurut jumhur ulama, arti kalimat nuzulul Qur’an harus dipakai makna majazi yaitu ‘menetapkan/memberitahukan/menyampaikan’ Qur’an, baik disampaikannya dari Lauhl Mahfudh ke Baittul Izzah di langit dunia, maupun kepada Nabi Muhammad SAW sendiri. Namun sebagian ulama seperti Ibnu Taimiyah dkk mengatakan pengertian nuzulul Qur’an tidak perlu dialihkan dari makna hakiki ke arti Majazi. Maka kata nuzulul Qur’an berarti turunnya Al-Qur’an, sebab arti tersebut sudah biasa digunakan dalam bahasa Arab.

Fadilah Malam Nuzulul Qur-an

Fadilah atau keistimewaan malam Nuzulul Qur’an dengan membaca Al Qur’an yang pertama adalah akan mendapatkan syafa’at di hari kiamat. Dari Abu Umamah Al Bahili ra, Nabi Muhammad SAW bersabda yang berbunyi, ” Bacalah Al Qur’an. Sesungguh-nya Al Qur’an kelak akan datang pada Hari Kiamat untuk memberikan syafa’at kepada penganutnya (Hadist Riwayat Muslim) ”.

Selain itu yang dapat diperoleh sebagai seorang Muslim dan Muslimah adalah akan mendapatkan pahala. Hal ini karena biasanya tradisi yang ada di Indonesia saat Perayaan Malam Nuzulul Qur’an terdapat pengajian – pengajian baik itu membaca Al Qur’an maupun dengan mendengarkan Ceramah tentang Nuzulul Qur’an. Perayaan Malam Nuzulul Qur’an dengan diadakan pengajian tersebut akan menjadi sarana silahturahmi antara sesama Muslim.

Dari Abdulllah bin Mas’ud, Nabi Muhammad SAW bersabda yang berbunyi ”Barangsiapa yg membaca 1 huruf dalam Kitabullah (Al Qur’an) maka ia akan memperoleh 1 kebaikan. Satu kebaikan itu akan dibalas dg 10 kali lipatnya. (Hadist Riwayat Tirmidzi dishahihkan oleh Syaikh Al – Albani)”.

Fadilah membaca Al Quran selanjutnya ialah sebagai Rahmat dan Obat, dalam hal ini telah dijelaskan didalam Firman Allah SWT  yang berbunyi, ” Dan kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yg menjadi penawar (Obat) dan Rahmat bagi orang yg beriman dan Al-Qur’an itu tidak lah menambah kepada orang – orang yg zalim selain kerugian (QS. Al – Isra : Ayat 82) ”.

Lalu didalam Firman Allah SWT yang berbunyi, ” Hai Manusia, sesungguh-nya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi Penyakit – Penyakit yg berada di dalam Dada, Petunjuk, dan Rahmat bagi orang – orang yang beriman (QS. Yunus : Ayat 57) ”.

Fadilah Nuzulul Qur'an Dalam Islam

Para ulama berbeda pendapat mengenai waktu terjadinya nuzulul Qur’an. Ada yang meriwayatkan nuzulul Qur’an terjadi pada tanggal 17 Ramadhan. Hal ini didasarkan pada pendapat yang menyatakan bahwa pada tanggal tersebut Rasulullah SAW pada umur 41 tahun mendapatkan wahyu pertama kali. Yaitu  surat Al-‘alaq ayat 1-5 ketika beliau berkonteplasi (berkhalwat) di gua Hira, Jabal Nur, kurang lebih 6 km dari Mekkah.

Nuzulul Qur’an yang diperingati oleh umat Islam dimaksudkan itu adalah sebagai peringatan turunnya ayat Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW yakni ayat 1-5 Surat Al-Alaq.

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ. خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ. اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ. الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ. عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

Adapun Lailatul Qadar merujuk kepada malam diturunkannya Al-Qur’an dari Lauhl Mahfudh ke Baitul Izzah atau langit dunia. Dikisahkan bahwa pada malam itu langit menjadi bersih, tidak nampak awan sedikitpun, suasana tenang dan sunyi, tidak dingin dan tidak panas.

Oleh karena itu didalam Bulan Ramadhan, selain berpuasa didalam terdapat dua malam istimewa yakni malam Nuzulul Qur’an dan malam Lailatul Qadar yang harus dimanfaatkan dengan betul oleh umat Muslim untuk memperoleh pahala sebanyak – banyaknya.

Artikel Lain Ramadhan –> Klik disini

 

#disarikan dari NU online dan Rukun Islam.com

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: