Ini Kronologis SMS Ancaman Hary Tanoe

Ini Kronologis SMS Ancaman Hary Tanoe. Jumat lalu Hary Tanoe, taipan media nasional yang dikenal juga sebagai Pendiri dan Ketua Partai Perindo, resmi dinyatakan tersangka oleh kepolisian. Hary Tanoe ditetapkan sebagai tersangka atas kasus SMS ancaman terhadap seorang Jaksa bernama Yulianto, yang telah melaporkan kasus ini 1,5 tahun yang lalu. Sebagaimana dikutip dari detikcom, “SPDP diterbitkan sebagai tersangka,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto kepada wartawan di gedung Divisi Humas, Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (23/6/2017).¬†Hary Tanoe dijerat dengan Pasal 29 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) sebagaimana pasal yang disertakan dalam laporan jaksa Yulianto ke Mabes Polri.

Ini Kronologis SMS Ancaman Hary Tanoe

Hary Tanoe ditetapkan sebagai tersangka. Foto : detikcom

 

Adapun kronologis singkat kasusnya sebagai berikut :

– 28 Januari 2016

Jaksa Yulianto yang menangani kasus Mobile 8 mengadu ke Bareskrim Polri.
Yulianto mengaku mendapat tiga kali SMS yakni pada 5 dan 7 Januari serta 9 Januari. Ini isi SMS nya :

“Mas Yulianto kita buktikan siapa yang salah dan siapa yang benar, siapa yang profesional dan siapa yang preman. Anda harus ingat kekuasan tak akan langgeng, saya masuk politik karena ingin membuat Indonesia maju dalam arti yang sesungguhnya, termasuk penegakan hukum yang profesional, tidak transaksional, tidak bertindak semena mena demi popularitas, dan abuse of power. Suatu saat saya akan jadi pimpinan negeri ini, di situlah saatnya Indonesia akan berubah dan dibersihkan dari hal hal yang tidak sebagaimana mestinya. Kasihan rakyat yang miskin makin banyak sedangkan yang lain berkembang dan makin maju,” begitu isi SMS dari Hary Tanoe ke jaksa Yulianto.

– 5 Februari 2016

Hary Tanoe balas melaporkan jaksa Yulianto ke Bareskrim Polri. Ketum Perindo ini juga melaporkan Jaksa Agung HM Prasetyo ke Bareskrim.
Harry mengaku tidak pernah mengancam Yulianto melainkan hanya menyampaikan misi politik.

“Saya sesalkan saya dilaporkan mengancam. Padahal saya tidak mengancam. Saya menyampaikan misi politik saya,” ujar Harry Tanoe di Bareskrim Polri

– 12 Juni 2017

Hary Tanoe sudah menjalani pemeriksaan oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.
Hary Tanoe diperiksa sekitar 3 jam terkait SMS yang dikirimkan pada 5 Januari 2016. Saat itu jaksa Yulianto sedang menangani kasus dugaan korupsi restitusi pajak Mobile 8. Sedangkan Hary Tanoe saat itu menjabat Komisaris Mobile 8 dan menjadi saksi dalam kasus ini.

– 14 Juni 2017

Penyidik Bareskrim memanggil jaksa Yulianto untuk diperiksa atas aduannya mengenai SMS yang dianggap ancaman dari Hary Tanoe.

– 16 Juni 2017

Jaksa Agung M Prasetyo menyebut terlapor kasus SMS ancaman yakni Hary Tanoe sudah berstatus tersangka.
“Terlapor… tersangkalah sekarang sudah tersangka, setiap kali diundang ya harus hadir itu kewajiban,” kata Prasetyo.

Namun pernyataan ini dibantah Direktur Siber Bareskrim Polri Brigjen Fadil Imran. Menurutnya saat itu belum ada penetapan tersangka.

– 22 Juni 2017

Kejaksaan Agung menyebut sudah mendapatkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) Hary Tanoesoedibjo dari Polri.
SPDP tersebut sudah mencantumkan Hary Tanoe sebagai tersangka sejak 15 Juni 2017 lalu. Surat SPDP itu bernomor B30/VI/2017 Ditipidsiber.

 

#sumur : detikcom

 

Mau tahu usia paling banyak korupsi ?— > Klik disini

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: