Makna dan Cara Melakukan I’tikaf dalam Islam

Amalan yang biasa dilakukan umat Islam dalam 10 hari terakhir bulan Ramadhan adalah melakukan i’tikaf. Amalan i’tikaf yang bersumber dari Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW ini dilakukan dengan tujuan untuk mengharapkan ridha Allah SWT. Konon Rasulullah selalu melakukan I’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Kemudian pada tahun di mana beliau meninggal dunia, beliau beri’tikaf selama dua puluh hari. Ketika beliau tidak bisa i’tikaf, beliau kemudian menggantinya dengan I’tikaf sepuluh hari pertama di bulan Syawal. Tindakan Rasulullah itu merupakan bukti pentingnya ibadah i’tikaf. Sekarang pertanyaannya, apa makna dan cara melakukan i’tikaf dalam Islam yang sesuai tuntunan Qur’an dan Hadits?

Makna dan Cara Melakukan I'tikaf Dalam Islam

Arti dari i’tikaf sendiri secara bahasa adalah berdiam diri, dan menetap dalam sesuatu (tempat). Secara istilah terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama, dimana menurut ulama Hanafi, i’tikaf berarti berdiam diri di dalam mesjid yang biasa dipakai untuk shalat berjama’ah, sedangkan menurut ulama Syafi’i i’tikaf berarti berdiam di mesjid dengan melakukan amalan-amalan tertentu dengan niat mengharapkan ridha Allah SWT. I’tikaf  disyariatkan dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits sbb,

Dalam Al-Qur’an :

” ….maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hinggga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka jangan kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertaqwa “ (Q.S.: Al-Baqarah (2) : [187])

Dalam Hadits :

” Bahwa Rasulullah SAW melakukan i’tikaf di waktu hari ke-sepuluh ter-akhir dari bulan suci Ramadhan, (beliau melakukan-nya) sejak datang di Madinah hingga beliau wafat, kemudian para istri beliau melakukan i’tikaf setelah beliau wafat “ (H.R.: Muslim).

Waktu pelaksanaan i’tikaf sangat dianjurkan sepanjang malam bulan Ramadhan, tetapi yang lebih utama dalam sepertiga akhir bulan Ramadhan sesuai Hadits di atas. Pelaksanaan i’tikaf ini sendiri boleh dilakukan 1 jam, 2 jam, 3 jam dan seterusnya sesuai pendapat Al Hanafiyah, atau boleh juga dilakukan selama  sehari semalam (24 Jam) sesuai pendapat Imam Maliki.

Makna dan Cara Melakukan I'tikaf Dalam Islam

Sedangkan untuk tempat pelaksanaan i’tikaf, sesuai Al-Quran surah Al-Baqarah 187, tempat nya adalah di Mesjid. Sebagian Ulama’ berpendapat bahwasanya masjid yang bisa digunakan untuk melaksanakan i’tikaf yakni adalah masjid yang memiliki “imam dan muadzin khusus”, baik itu masjid digunakan untuk pelaksanaan shalat lima waktu atau tidak, pendapat ini dipegang oleh Ulama Hanafi. Sedangkan menurut pendapat lainnya mengatakan bahwa i’tikaf ini hanya bisa kita laksanakan di masjid yang biasa dipakai dalam melaksanakan “shalat jama’ah”, Pendapat ini dipegang oleh ulama’ Hambali. 

Adapun syarat dan rukun dalam i’tikaf adalah :

  • Niat, dalam i’tikaf harus ada niat sehingga orang yang melakukannya paham apa yang harus dilakukan, tidak melamun, dan pikiran tidak kosong.
  • Orang yang melakukan i’tikaf harus muslim, berakal, suci dari hadas besar (ada pendapat yang mengatakan bahwa hadas kecil juga membatalkan I’tikaf), dan harus di masjid. 
  • Diam di dalam masjid dan meninggalkan perbuatan-perbuatan yang tidak boleh dilakukan oleh orang yang sedang beri’tikaf, sebagaimana firman Allah SWT “…Tetapi, jangan kamu campuri mereka, ketika kamu beri’tikaf dalam masjid.” (QS Al-Baqarah: 187).

Amalan-amalan yang dapat dilakukan ketika melakukan i’tikaf berdasarkan hadits Nabi antara lain sbb :

  • Sholat sunnah seperti shalat tahiyatul mesjid, shalat lail, dll
  • Membaca Al-Quran
  • Zikir dan Doa
  • Membaca buku-buku agama

I’tikaf ini hukumnya sunah dan tidak harus pada bulan Ramadhan. I’tikaf boleh dilakukan pada bulan apa saja, yang penting orang yang melakukannya memahami apa itu i’tikaf.

Demikian sekilas uraian mengenai makna dan cara i’tikaf dalam Islam, semoga bermanfaat.

 

#disarikan dari berbagai sumber

 

Mau tahu fadilah Nuzulul Quran -> Baca disini

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: