Mengenal Bitcoin Sebagai Mata Uang Digital

Mengenal Bitcoin Sebagai Mata Uang Digital. Mungkin sebagian dari kita sudah mengenal Bitcoin dan menggunakannya dalam melakukan transaksi pembayaran secara digital. Sejak diperkenalkan di tahun 2009 lalu, saat ini Bitcoin sudah bisa diterima oleh beberapa merchants besar seperti; Microsoft, Dell, Paypal, Zynga, bahkan perusahaan travel ke luar angkasa yang dimiliki milyarder Richard Branson, Virgin Galactic.

Apa Itu Bitcoin?

Bitcoin (BTC) adalah mata uang baru yang diciptakan oleh orang tidak dikenal, yang menggunakan nama alias Satoshi Nakamoto. Sama halnya dengan Rupiah atau Dollar, bedanya Bitcoin tidak dicetak, dan tersedia hanya di dunia digital. Transaksi yang dilakukan dengan menggunakan Bitcoin gratis atau hampir tanpa biaya (fee), tanpa Bank – langsung tanpa perantara, dan hebatnya lagi kita tidak perlu menggunakan nama asli (anonimous) ketika menggunakannya untuk melakukan pembayaran di merchants.

Fitur Bitcoin

  • Bisa transfer kemana saja. Hanya dengan bermodalkan smartphone dan jaringan internet, Bitcoin bisa ditransfer kemana saja di dunia dalam hitungan detik, kapanpun dan dimanapun.
  • Instant Transfer peer to peer. Tidak menggunakan perantara dalam melakukan transfer, tanpa Bank. Bitcoin tidak disimpan dalam satu server yang terpusat. Artinya setiap pengguna menyimpan Bitcoinnya masing-masing dalam server yang sifatnya desentralisasi, dibagi ke berbagai server yang dijalankan pengguna yang terkoneksi dalam jaringan internet
  • Biaya transfer sangat kecil. Biaya pengiriman Bitcoin sebenarnya gratis. Tapi dalam beberapa kebutuhan untuk mempercepat transfer, Bitcoin Wallet biasanya akan memotong biaya antara 500 – 3000 rupiah per transaksi tidak melihat berapa besar nominal yang ditransfer.
  • Tidak dikontrol oleh lembaga manapun. Menggunakan database Blockchain yang independent, tidak dikontrol oleh satu pihak. Seluruh transaksi tercatat secara live dan transparan, tersebar ke jutaan server. Jika ada yang ingin meretas atau memalsukan transaksinya, harus melakukannya ke jutaan server secara bersamaan, which is impossible.
  • Transaksi tidak bisa dibatalkan. Artinya jika sudah melakukan transfer, tidak bisa dibatalkan, kecuali si penerima mengirimkan kembali Bitcoin yang sudah diterimanya tersebut ke pengirim.

Mengenal Bitcoin Sebagai Mata Uang Digital

Mengapa Memilih Bitcoin?

Bitcoin bisa digunakan untuk membeli sesuatu secara anonimous. Selain itu, untuk melakukan transaksi lintas negara, menggunakan Bitcoin biaya nya sangat rendah, tidak kena credit card fee dan tidak kena pajak karena tidak terikat pada regulasi pemerintahan manapun. Beberapa orang menyimpan Bitcoin sebagai investasi, dengan harapan nilainya akan meningkat seiring waktu.

Cara Mendapatkan Bitcoin

Jumlah total Bitcoin di seluruh dunia dibatasi oleh sistem hanya sebanyak 21 Juta Bitcoin. saat ini yang sudah beredar sekitar 12 Juta Bitcoin. Jika kita ingin membeli Bitcoin, ada beberapa marketplace yang menyediakan jasa jual beli Bitcoin ini dalam berbagai currency. Marketplace terbesar yang menyediakan jasa ini adalah bitify.com, Di Indonesia bitcoin.co.id, atau btcchina.com di China. Cara lain adalah dengan melakukan transfer antar pemilik Bitcoin menggunakan smartpohone atau computer. Sama halnya dengan melakukan transfer uang. Dan yang terakhir adalah dengan cara melakukan mining Bitcoin. Orang melakukan mining Bitcoin dengan menggunakan computer untuk menyelesaikan soal matematika yang sangat rumit kompleks. Inilah cara menciptakan Bitcoin. Awalnya, setiap pemenang dalam penyesaian soal tsb diberi reward 50 Bitcoin. Tapi saat ini, hadiah yang didapat sebesar 25 Bitcoin. Seiring dengan bertambahnya sirkulasi Bitcoin, reward yang didapatkan akan semakin berkurang.

Penyimpanan dan Transfer Bitcoin

Bitcoin disimpan dalam Bitcoin wallet yang berada di cloud, atau di hard disk computer pribadi pengguna. Masing-masing pengguna Bitcoin menginstall aplikasi Bitcoin Wallet di hp atau pc nya masing-masing. Setelah install, kita akan mendapat Bitcoin address. Wallet ini menjadi semacam akun virtual selayaknya rekening Bank pengguna. Bedanya, menyimpan Bitcoin di digital wallet ini tidak memiliki asuransi. Artinya, jika kita simpan di cloud dan di hack, Bitcoin kita bisa raib. Jika disimpan di hard disk dan tanpa sengaja hard disknya hilang atau rusak, Bitcoin kita juga akan ikut hilang. Jika kita ingin mengirim Bitcoin ke pengguna lain atau membayar ke merchants, kita tinggal buka aplikasi Wallet, masukkan address merchant tsb, lalu kirim Bitcoin yang kita miliki. Mudah bukan?

Aman Menggunakan Bitcoin?

Anda mungkin berpikir bahwa sistem bitcoin yang open source memungkinkan seorang komputer jenius dapat membobol sistem bitcoin dan menerbitkan sejumlah bitcoin untuk dirinya sendiri. Kenyataannya sistem ini telah direview oleh berbagai kalangan sebagai tanpa cacat. Setiap data transaksi masa lampau tersimpan di semua peer di seluruh jaringan, dan harus berurutan. Setiap transaksi baru akan diverifikasi oleh sejumlah peer baru dinyatakan valid. Sistem bitcoin aman, yang tidak aman adalah pengguna dan money exchanger. Sama seperti password internet banking, hacker bisa dengan mudah mencuri sejumlah uang dari Anda jika komputer terjangkit virus.

 

Mengenal Bitcoin Sebagai Mata Uang Digital

Index Bitcoin

Bagaimana Masa Depan Bitcoin?

Tidak ada yang tahu masa depan Bitcoin. Per  24 Juni 2017 ini, 1 Bitcoin (BTC) 2744,08 USD. Bandingkan harganya akhir 2011 lalu yang senilai 12 USD. Artinya jika kita berinvestasi BTC di 2011 lalu senilai 100 BTC atau 1200 USD, saat ini uang kita sudah menjadi 274.408 USD dengan kata lain sudah jadi milyarder. Tapi kita tidak tahu ke depan akan seperti apa, tidak ada aturan yang mengikat kenaikan atau turunnya nilai BTC. Saat ini beberapa pemerintah pun sudah mulai ingin mengatur pengunaan Bitcoin, selain dari mendapatkan pajak dari setiap transaksi yang dilakukan.

So, who knows?

#ref : CNNMoney

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: